Description
Kisah ini bukan tentang kesempurna, tapi tentang tumbuh. Tentang bagaimana di tanah desa, dengan segala kesederhanaannya, mampu menanamkan nilai-nilai hidup yang tak pernah diajarkan di ruang kuliah. Sebuah perjalanan yang mengingatkan kita bahwa terkadang, tempat yang paling sederhana justru menyimpan pelajaran yang paling berharga.
Bahwa setiap langkah kecil bisa menjadi pengabdian besar.
Ada tanah yang tak hanya menumbuhkan padi, tapi juga menumbuhkan jiwa. Di sanalah empat belas perempuan muda menapakkan langkahnya datang bukan hanya untuk program yang mereka jalani, tapi juga untuk mengabdi dan belajar. Mereka datang dari lingkungan yang tertib, disiplin, dan terpisah dari hiruk pikuk dunia luar. Namun di sana, segalanya berubah., dan jarak yang tak berujung memaksa mereka untuk beradaptasi, belajar dari kehidupan yang nyata. hingga dari panas matahari yang tak kenal belas kasihan mereka belajar bahwa pengabdian bukan sekadar program kampus, tapi proses menjadi manusia yang lebih utuh.
Setiap langkah mereka adalah pelajaran baru tentang arti kebersamaan, ketulusan, dan doa yang bekerja diam-diam di balik lelah. Mereka datang sebagai mahasiswi kkn, Mereka pulang sebagai perempuan yang lebih mengerti tentang arti hidup, tentang perjuangan, dan tentang rumah. Mereka datang membawa teori, tapi pulang dengan kebijaksanaan yang lahir dari pengalaman. Dan mereka tahu, di antara debu, tawa anak-anak, dan senyum warga, telah tumbuh sesuatu yang jauh lebih berharga dari sekadar laporan akhir tumbuhnya jiwa yang mengerti makna pengabdian. Dari ketakutan menjadi keberanian, dari keterpaksaan menjadi keikhlasan, dari tugas menjadi kasih yang tumbuh perlahan. Di desa itu mereka belajar, bahwa menjadi mahasiswa bukan sekadar soal ilmu, tapi juga tentang memahami kehidupan; tentang menghormati, mendengar, dan memberi.



Reviews
There are no reviews yet.